Pages

Kamis, 12 Februari 2015

Halo, Kakek

Ada rindu bersama do’a yang saling beriringan berkirim dari sini
Ada syukur aku rasakan, diberikan waktu merasakan kasih sayangmu
Ada bahagia selalu menjadi milikku saat selalu bisa melihat raut tawamu
Kau yang ku sebut kakek, yang sekarang sudah aman di pelukan-Nya
Ada sepucuk surat untuk jiwamu yang sedang melakukan perjalanan jauh, dan ragamu yang sedang tertidur panjang
40 hari kau telah meninggalkan kami, sebenarnya aku tahu, kau tak benar benar meninggalkan kami, hanya saja kita terbatas dengan jarak ruang dan waktu
Bagaimana bisa kau pergi tanpa tanda, tanpa pesan, tanpa kata terakhir
Semuanya begitu cepat...
Terkadang masih bergetar bila kulihat raut senyum teduh di semua potretmu
Terkadang masih terasa nyeri bila menyadari kau sudah pergi
Terkadang masih takut kurasa bagaimana kami tanpamu nanti?
Maaf, bila nanti pusaramu ditumbuhi rumput liar, ada tetesan air mataku yang membuat mereka tumbuh, setidaknya ada bagian dariku yang ada di rumah barumu
Namun, Kakek tak perlu khawatir, kami semua akan selalu berkirim do’a, karena kami tahu hanya itulah yang engkau butuhkan
Tak perlu khawatir, akan selalu ada cinta dan kasih sayang bersama ribuan do’a yang mengudara untukmu
Tak perlu khawatir, Bagaimanapun anak cucumu akan selalu rukun dan damai di sini
Semoga surat ini bisa terbaca olehmu, ada rindu bersama kemelut saat kutulis surat ini
Bila kau sedang tak lelah, bisakah kau datang ke dalam mimpiku malam ini?
Dan kabarkan bagaimana pertemuanmu dengan nenek di surga

Cucu yang menyayangimu,

Gina Rizki Septiani