Pages

Kamis, 04 Desember 2014

Perih, Kau Temanku

Tak pernah aku bermimpi, tak pernah aku menginginkan rasa ngilu menjadi temansetia, perih yang selalu menyapa di kosongnya waktu. Kembali ku berlindung dibalik tirai keramaian, membuang hal yang tak diharap.
Apa daya, pertahanan semakin goyah saat menapaki jejak yang kau toreh, selalu indah dan mencipta rasa ingin lebih. Aku takabur, selalu merasa memiliki kisah paling sempurna. Aku takabur, selalu merasa kamulah seutuhnya punyaku.
Sampai di detik itu, Tuhan menunjukkan kekuasaan-Nya.
Detik yang berkurang tak pernah lekat dihitung, ingin segera kucapai tempatnya penghabisan waktu. Tak perlu lagi ku bersembunyi dan merasa semua akan sama, sungguh sejak kepergianmu, bernafaspun menjadi sesak saat menyadari kau benar tak ada.
Tepat hari ini, aku berharap hujan enggan pergi, gelap tak berhenti, memanggil seluruh perih untuk mengoyak isi hati. Hanya hari ini, aku izinkan mereka menguras habis semua bendungan pertahanan yangtercipta. Hanya hari ini.
Selamat ulang tahun untukku, semakin sedikit waktu tersisa, semakin cepat pertemuan kita kembali disana. Sambutlah aku ketika tiba saatnya.




Gina Rizki Septiani

Jumat, 25 Juli 2014

Keinginan Semesta

Pernah ku suarakan isi hati dengan meminta-Nya. Permudah jalan untuk membuat kesempatan bersamamu.
Pernah ku suarakan hati dengan meminta-Nya. Memohon agar jalan kami bersimpangan.
Semesta mengizinkan, tapi pemilik-Nya berkata tidak, kami membuat seluruh kesempatan itu, namun jalan kami saling berlawanan.
Pernah ku suarakan hati dengan meminta-Nya. Hanyutkan seluruh perasaan yang tumbuh tanpa pernah disemai ini.
Pernah ku suarakan hati dengan meminta-Nya. Berilah tebing setinggi jarak ruang dimensi, agar semua gelap. Tak terlihat.
Semesta tak mengizinkan, ketika ladang perasaan mulai kusemai, dia bahkan tak pernah berjarak. Selalu ada disetiap ku membuka bahkan memejamkan mata.
Tak pernah lagi ku suarakan hati. Aku merasa cukup untuk tak meminta-Nya lagi. Biarlah kesempatan itu tercipta sendirinya. Ketika semesta menginginkan. Ketika Dia mengizinkan.



Gina Rizki Septiani


Rabu, 15 Januari 2014

Sisi Nyaman, Padamu

Untuk semua kata kata yang kamu berikan
Untuk semua cerita yang kamu bagi
Terimakasih, sungguh aku merasa bahagia
Ruang kosong di hatiku, mulai terisi

Kemarin, kau bilang ternyata kau hanya mampir
Tak berniat menetap, tak ingin mengisi
Tak ingin membuat cerita menjadi kita
Kau hanya ingin membantuku

Tak apa, sayang..
Aku senang kau berkunjung,
Aku senang kau bertamu, di hatiku
Terimakasih…

Kau mengingatkanku kembali,
Bagaimana rasanya jatuh cinta,
Bagaimana indahnya saat rasa pertama datang,
Terimakasih…

Aku senang, ada yang mau menemaniku lagi
Aku senang, ada yang mau mendengar ceritaku lagi
Aku senang, ternyata ada yang masih peduli aku
Dan, aku senang aku merasa tak sendiri lagi

Tapi, apa boleh aku merasa kehilangan?
Ketika kamu pergi, ada rasa tak ikhlas
Aku takut kehilangan, teman cerita sepertimu
Aku sudah menemukan sisi nyaman padamu

Tapi, tak apa…
Ini keputusanmu, walau bukan mauku
Aku hanya akan mencoba tak berharap lagi,
Sungguh sayang, jangan membohongi perasaanmu

Gina Rizki Septiani